Petty Cash

Kas merupakan alat tukar yang dapat berupa uang koin maupun kertas, serta semua surat penting yang mempunyai sifat seperti uang, yang dapat digunakan sewaktu ingin melakukan transaksi.

Petty Cash merupakan sejumlah dana dalam dalam jumlah yang relative kecil,  yang digunakan untuk melayani transaksi ringan serta dilakukan secara rutin.

 

karakteristik dari kas kecil:

  • jumlahnya relative kecil
  • disediakan untuk keperluan rutin yang bersifat ringan dalam transaksi
  • diletakkan pada tempat khusus biasanya dinamakan dengan cash box.
  • dipegang oleh kasir perusahaan

Tips melakukan pengelolaan petty Cash

  • menetapkan batas saldo maksimal dan minimal

dalampenetapan saldo biasanya minimal Rp. 500rb dan maksimal Rp. 5Jt

  • Pengisian kembali Petty Cash

Pengisian ulang berdasarkan jumlah yang telah disepakati oleh perusahaan.

  • Penggunaan kas kecil

dalam penggunaannya kasir hanya diperbolehkan mengeluarkan kas kecil untuk keperluan ringan yang telah mendapatkan persetujuan dari atasan untuk melakukannya. dan untuk itu diperlukan bukti transaksi agar lebih mudah dalam pencatatannya.

  • Penghitungan fisik dan rekonsiliasi Petty Cash

penghitungan ini dilakukan untuk mengetahui kebenaran pencatatan transaksi yang telah terjadi, dan untuk itu juga ;dilakukan rekonsialisasi apabila terdapat kejanggalan dalam pencatatan.

  • Metode pencatatan Petty Cash

dalam pencatatan petty cash terdapat dua metode yaitu:

  1. metode imprest adalah metode dimana pencatatan dilakukan setiap akhir periode.
  2. metode fluktuasi
    adalah metode dimana pencatatan dilakukan disetiap transaksi yang terjadi, dan untruk pengisian ulangnya metode ini tidak tetap, tergantung dari jumlah anggaran yang diajukan.

 

 

Advertisements

cinta Shodaqoh

Image

kita sebagai mahluq tuhan mempunyai kewajiban untuk mengulurkan tangan kita, untuk membantu sesama manusia, terlebih lagi dengan sesama umat beragama, kita mempunyai kewajiban husus untuk itu, salh satunya agar kita dapat melakukannya dengan ikhlas, maka kita harus mempu men cintai hal tersebut “bershodaqoh”

 

 

Standart Akuntansi Keuangan

pengertian Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan pedoman dalam melakukan praktek akuntansi dimana uraian materi di dalamnya mencakup hampir semua aspek yang berkaitan dengan akuntansi, yang dalam penyusunannya melibatkan sekumpulan orang dengan kemampuan dalam bidang akuntansi yang tergabung dalam suatu lembaga yang dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI).  Dengan kata lain, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) adalah buku petunjuk bagi pelaku akuntansi yang berisi pedoman tentang segala hal yang ada hubungannya dengan akuntansi.

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) mencakup konvensi, peraturan dan prosedur yang sudah disusun dan disahkan oleh lembaga resmi (standard setting body) pada saat tertentu.

Pernyataan di atas memberikan pemahaman bahwa   Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan buku petunjuk tentang akuntansi yang berisi konvensi atau kesepakatan, peraturan dan prosedur yang telah disahkan oleh suatu lembaga atau institut resmi.  Dengan kata lain Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK)merupakan sebuah peraturan tentang prosedur akuntansi yang telah disepakati dan telah disahkan oleh sebuah lembaga atau institut resmi.

Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang disusun oleh lembaga Ikatan Akuntan Indonesia selalu mengacu pada teori-teori yang berlaku dan memberikan tafsiran dan penalaran yang telah mendalam dalam hal praktek terutama dalam pembuatan laporan keuangan dalam memperolah informasi yang akurat sehubungan data ekonomi.

Berdasarkan pernyataan di atas dapat dipahami bahwa  Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) mengacu pada penafsiran dan penalaran teori-teori yang “berlaku” dalam hal praktek “pembuatan laporan keuangan” guna memperoleh inforamsi tentang kondisi ekonomi.

Pemahaman di atas memberikan gambaran bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) berisi “tata cara penyusunan laporan keuangan” yang selalu mengacu pada teori yang berlaku, atau dengan kata lain didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung.

Hal ini menyebabkan tidak menutup kemungkinan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dapat mengalami perubahan/penyesuaian dari waktu ke waktu sejalan dengan perubahan kebutuhan informasi ekonomi.

Dari keseluruhan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) merupakan suatu buku petunjuk dari prosedur akuntansi yang berisi peraturan tentang perlakuan, pencatatan, penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang disusun oleh lembaga IAI yang didasarkan pada kondisi yang sedang berlangsung dan telah disepakati (konvensi) serta telah disahkan oleh lembaga atau institut resmi.

Sebagai suatu pedoman, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) bukan merupakan suatu kemutlakan bagi setiap perusahasan dalam membuat laporann keuangan.  Namun paling tidak dapat memastikan bahwa penempatan unsur-unsur atau elemen data ekonomi harus ditempatkan pada posisi yang tepat agar semua dat ekonomi dapat tersaji dengan baik, sehingga dapat memudahkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dalam menginterpretasikan dan megevaluasi suatu laporan keuangan guna mengambil keputusan ekonomi yang baik bagi tiap-tiap pihak.

Sumber: http://sistem-akuntansi1000.blogspot.com

Metode Pencatatan Petty Cash

Pencatatan Petty Cash dikenal 2 metode, yakni

  1. Metode Imprest

 ialah metode yang menentukan jumlah Petty Cash yang selalu konstan dan tidak berubah-rubah, biasanya Petty Cash diisi dari kas besar sejumlah uang tertentu untuk keperluan pembayaran selama jangka waktu tertentu, misalnya untuk satu minggu atau dua minggu dsb. Bilamana jangka waktunya telah habis, atau jumlah uangnya sudah menipis, maka Petty Cash akan diisi kembali oleh kas besar dengan jumlah uang yang sama.

Menurut sistem imprest, pengawas kas kecil bertanggung jawab setiap saat terhadap jumah dana yang berada ditangan baiksebagai kas atau dalam bentuk tanda terima yang telah ditandatangani, tanda terima ini memberikan bukti yang diperlukan oleh staff pengeluaran untuk menerbitkan cek pengisian atau form pengisian ulang. Dua prosdur tambahan harus ditetapkan untuk menciptakan pengendalian yang lebih menyeluruh atas dana las kecil:

  • Penghitungan mendadak atas dana dilakukan dari waktu ke waktu oleh atasan pengawas kas kecil untuk memastikan bahwa dana tersebut diperhitungkan secara memuaskan
  • Tanda terima kas kecil dibatalkan atau dihancurkan setelah diserahkan untuk pengisian ulang, sehingga tanda pengisian tidak dapat digunakan untuk meminta pengisian ulang kedua

 

Meskipun secara teori terdapat dua system pengelolaan dana kas kecil, akan tetapi dalam kenyataannya hampir semua perusahaan yang telah membentuk dana kas, mengelolanya dengan system imprest dengan alasan untuk mempermudah pengawasan dan selain itu masih terdapat beberapa keuntungan menggunakan metode imprest diantaranya:

  • Menghemat waktu bagi kasir, karna tidak diganggu setiap kali ada pembelian atau pengeluaran kas kecil.
  • Menghemat waktu dalam pembukuan pengeluaran rekening nominal.

 

Contoh Pencatatan metode Imprest

  • Tanggal 1 Januari 2010 diisi dari kas besar sejumlah Rp.100.000,- untuk keperluan petty cash selama 1 minggu.

Jurnal yang dibuat:

Keterangan

No.Akun

Debet

Kredit

Petty Cash

 

Rp.100.000,-

 

Cash

 

 

Rp.100.000,-

Table II.1 jurnal petty cash masuk

  • Tanggal 2 Januari 2010 dibeli kertas,karbon,dan tinta (office supplies) seharga Rp.42.500,- untuk transaksi ini tidak dibuat jurnal, melainkan pemegang petty cash cukup menyimpan bukti-bukti kuitansi pembayaran saja.
  • Tanggal 5 Januari 2010 dibeli perangko dan materai (office supplies) seharga Rp.25.000,- transaksi ini juga tidak dibuat jurnal, melainkan cukup dengan menyimpan bukti kuitansi.
  • Tanggal 6 Januari 2010 dibeli beberapa botol kreolin untuk pemeliharaan kantor (office maintenance) seharga Rp.20.000,- Transaksi ini juga tidak juga tidak dibuat jurnal melainkan cukup dengan menyimpan bukti kuitansi.
  • Tanggal 8 Januari 2010 pemegang petty cash menukarkan kuitansi bukti pembayaran yang sudah terkumpul sejumlah Rp.87.500,- kepada pemegang kas besar dengan uang tunai.

Jurnal yamg dibuat:

Keterangan

No. Akun

Debet

Kredit

Perlengkapan kantor (Office Supplies)

 

Rp.67.500,-

 

Pemeliharaan kantor (Office Maintenance)

 

Rp.20.000,-

 

Kas

 

 

Rp.87.500,-

Table II.2 jurnal Pengeluaran petty cash metode imprest

2. Metode Fluktuasi,

Pada waktu kas besar mengisi (dropping) uang ke petty cash, dibuat jurnal dengan mendebit perkiraan petty cash dan mengkridit cash (kas besar) sejumlah uang yang diserahkan.sewaktu kasir pemegang petty cash mempergunakan uang tersebut untuk pembayaran yang menjadi wewenangnya, maka harus dibuat jurnal tentang pembayaran tersebut, yakni dengan mendebit perkiraan biaya yang bersangkutan dan mengkredit perkiraan petty cash.

Dengan dikreditkannya perkiraan petty cash tersebut, maka jumlah nilai atau angka yang tercantum dalam perkiraan petty cash menjadi berkurang.

Bilamana sisa uang dalam petty cash sudah hampir habis, maka kasir pemegang petty cash dapat meminta dropping tambahan kepada kas besar. Jumlah dropping tersebut tidak harus sama dengan jumlah pembayaran yang telah dilakukan dengan petty cash, akan tetapi dapat lebih besar atau lebih kecil.

Pada waktu kas besar mengisi petty cash ini dibuat jurnal dengan mendebit perkiraan petty cash dan mengkredit perkiraan cash (kas besar) sejumlah uang yang diserahkan.

Contoh pencatatan menurut metode Fluktuasi

  • Tanggal 1 Januari 2010 diisi dari kas besar sejumlah Rp.100.000,- untuk keperluan petty cash.

Jurnal yang dibuat:

Keterangan

No. Akun

Debet

Kredit

Petty Cash

 

Rp.100.000,-

 

 Cash

 

 

Rp.100.000,-

Table II.3 jurnal pemasukan petty cash metode fluktuasi

  • Tanggal 2 Januari 2010 dibeli kertas, karbon, dan tinta (office supplies) seharga Rp.42.500,-.

Jurnal yang dibuat:

Keterangan

No. Akun

Debet

Kredit

Office Supplies

 

Rp.42.500,-

 

 Petty Cash

 

 

Rp.42.500,-

Table II.4 jurnal pengeluaran 1 petty cash metode fluktuasi

  • Tanggal 5 Januari 2010 dibeli sejumlah perangko dan meterai (office supplies) seharga Rp.25.000,-

Jurnal yang dibuat:

Keterangan

No. Akun

Debet

Kredit

Office Supplies

 

Rp.25.000,-

 

 Petty Cash

 

 

Rp.25.000,-

Table II.5  jurnal pengeluaran 2 petty cash metode fluktuasi

  • Tanggal 6 Januari 2010 dibeli beberapa botol Kreolin untuk pemeliharaan kantor(office maintenace) seharga Rp.20.000,-

Jurnal yang dibuat:

Keterangan

No. Akun

Debet

Kredit

Office Maintenance

 

Rp.20.000,-

 

 Petty Cash

 

 

Rp.20.000,-

Table II.5 jurnal pengeluaran 3 petty cash metode fluktuasi

  • Tanggal 8 Januari 2010 pemegang pety cash meminta dropping uang dari kas besar sebesar Rp.115.000,-untuk menambah persediaan uang yang sudah menipis.

Jurnal yang dibuat:

Keterangan

No. Akun

Debet

Kredit

Petty Cash

 

Rp.115.000,-

 

 Kas Besar

 

 

Rp.115.000,-

Table II.5 jurnal pengeluaran 4 petty cash metode fluktuasi